Date:Jul 21, 2025
1. Periksa dan lumasi seluruh bagian yang bergerak secara berkala
Deskripsi rinci:
Mesin cetak injeksi memiliki banyak bagian bergerak berfrekuensi tinggi, seperti pilar pemandu, penggeser, templat, dan batang penghubung (terutama pada struktur sakelar mekanis). Bagian-bagian ini akan aus karena gesekan setelah pengoperasian jangka panjang. Jika tidak dilumasi tepat waktu, akan menyebabkan pergerakan tidak mulus, atau bahkan macet atau rusak.
Gunakan minyak pelumas atau gemuk yang direkomendasikan oleh pabrikan, dan pastikan pipa pelumasan tidak terhalang.
Inspeksi visual dapat dilakukan setiap shift, dan inspeksi serta pemeliharaan pelumasan dapat dilakukan setiap minggu atau bulan.
Periksa apakah suplai oli otomatis pada sistem pelumasan normal, terutama pengukur tekanan, filter dan indikator level oli pada sistem pelumasan terpusat.
Jika pergerakannya tidak lancar, bunyinya tidak normal, atau posisi pelumasannya kering, perlu segera diperiksa dan diperbaiki.
2. Menjaga kebersihan dan kestabilan sistem hidrolik
Deskripsi rinci:
Sistem hidrolik adalah sumber tenaga utama bagi mesin cetak injeksi untuk melakukan pembukaan cetakan, penjepitan cetakan, injeksi, penahan tekanan dan tindakan lainnya. Kebersihan, tekanan, dan suhu oli hidrolik mempunyai pengaruh yang besar terhadap umur sistem.
Periksa secara teratur level, warna, dan kekentalan oli hidrolik. Gantilah jika berubah warna, berbau aneh, atau tercampur gelembung/kotoran.
Umumnya disarankan untuk mengganti oli hidrolik dan filter setiap 6.000 jam kerja atau 12 bulan.
Periksa sistem dari kebocoran, terutama sambungan selang dan segel.
Kontrol suhu oli hidrolik dalam kisaran yang disarankan (biasanya 40°C ~ 50°C) untuk menghindari penuaan suhu tinggi atau suhu rendah yang mempengaruhi viskositas.
Periksa pengukur tekanan, suara pompa, dan respons katup pembalik untuk memastikan pengoperasian sistem hidrolik yang efisien.
3. Bersihkan sistem pemanas, laras dan sekrup secara teratur
Deskripsi rinci:
Laras dan sekrup merupakan komponen inti untuk menyelesaikan peleburan dan pencampuran plastik. Jika endapan atau residu karbon tidak dibersihkan tepat waktu, hal ini dapat menyebabkan degradasi material, polusi warna, dan bahkan menghalangi sistem, sehingga mempengaruhi kualitas cetakan injeksi.
Saat mengganti bahan atau warna yang berbeda, sekrup harus dibersihkan (bahan pembersih atau operasi pembalikan sekrup idle dapat digunakan).
Pembersihan dan pemeliharaan menyeluruh dapat dilakukan pada jam kerja rutin (misalnya setiap bulan), terutama saat memproses bahan korosif seperti serat kaca dan bahan tahan api.
Periksa apakah cincin pemanas, termokopel, dan sabuk pemanas masih utuh untuk mencegah fluktuasi kualitas lem leleh akibat pemanasan yang tidak merata.
Gunakan pemeriksaan suhu untuk mengkalibrasi sistem kontrol suhu secara teratur untuk memastikan bahwa suhu yang disetel konsisten dengan suhu sebenarnya.
Perhatikan apakah ada "sudut mati" atau endapan karbon di segmen sekrup, yang akan sangat mempengaruhi pelepasan dan kinerja produk.
4. Periksa status pengoperasian sistem kelistrikan dan kontrol
Deskripsi rinci:
Mesin cetak injeksi modern umumnya menggunakan kontrol servo, katup proporsional listrik, pengontrol PLC, dan berbagai sensor. Menjaga sistem ini tetap berjalan dengan stabil sangat penting untuk keakuratan dan keandalan peralatan.
Periksa secara teratur apakah ada debu, uap air, atau kotoran di dalam kabinet listrik, dan gunakan udara kering untuk meniup jika perlu.
Periksa apakah terminalnya longgar dan apakah kabelnya aus, menua, atau bekas gigitan tikus.
Uji apakah sakelar batas, sensor jarak, elemen fotolistrik, dll. sensitif terhadap respons, dan ganti perangkat yang rusak tepat waktu.
Periksa apakah layar sentuh, panel operasi, tombol berhenti darurat, dll. berfungsi dengan baik untuk menghindari waktu henti akibat kesalahan pengoperasian.
Memverifikasi keakuratan encoder, sensor perpindahan, dan sensor tekanan membantu menjaga konsistensi proses pencetakan injeksi.
5. Tetapkan catatan pemeliharaan terperinci dan rencana pemeliharaan rutin
Deskripsi rinci:
Catatan dan rencana pemeliharaan dapat membantu tim mengelola status peralatan secara teratur, melacak potensi masalah, dan menghindari kegagalan berulang.
Gunakan sistem pemeliharaan digital atau spreadsheet Excel untuk mencatat waktu, konten, penanggung jawab, dan masalah yang ditemukan untuk setiap pemeliharaan.
Membangun sistem inspeksi rutin (seperti inspeksi harian, pemeliharaan kecil mingguan, pemeliharaan jangka menengah bulanan, dan perbaikan tahunan).
Untuk kegagalan peralatan, mencatat fenomena kegagalan, metode pengobatan, dan waktu pemulihan akan membantu membentuk perpustakaan pengalaman.
Gunakan prosedur operasi standar (SOP) secara seragam selama pemeliharaan untuk meningkatkan standarisasi operasional dan keselamatan.
Lakukan inspeksi menyeluruh setidaknya setahun sekali (termasuk sistem mekanis, kelistrikan, dan hidrolik), dan hubungi pabrikan asli atau dukungan teknis pihak ketiga untuk inspeksi dan penyesuaian presisi bila diperlukan.